“HIFDZUL LISAN”
Aula Kampus
2, 14 Nopember 2014 pukul 08.00 WIB
Semester 7.
Hal yang menarik di dunia ini
sehingga menjadi ramai adalah tingkah laku manusia itu sendiri. Betapa tidak!
Manusia memiliki unsur bahagia dan sedih dalam hidupnya. Ketika bahagia mereka
akan mengekspresikannya dengan tertawa. Tahukah kalian? Ada berbagai ragam dan
makna dalam tertawa. Mulai dari yang pertama, tawa renyah. Tawa yang satu ini
bermakna tunggal yakni ceria. Biasanya dilakukan oleh bayi hingga anak-anak
usia 8 tahun. Kemudian ada tawa riuh. Tawa yang ini bermakna terkesan, bahagia,
ramai mendadak. Dilakukan oleh remaja hingga dewasa di saat menonton olahraga
yang mereka sukai. Yang ketiga ada tawa canda, yang bermakna menggoda.
Sedikit-sedikit tetapi terkadang juga lama dan membuat kondisi tidak teratur
dan ramai. Tawa bising. Tawa ini bermakna
ambigu karena sulit untuk ditafsirkan
maknanya. Biasanya dilakukan oleh preman pasar dan anak-anak punk. Tawa indah.
Tawa ini bermakna cinta yang tulus. Ini nih yang paling bagus karena dilakukan
oleh para pecinta yang melankolis. Lalu yang terakhir dan yang paling
berbahaya, tawa politis dan tawa sinis-sarkastis. Karena dua jenis tawa ini
akan menyerang kePDan kita sehingga kita akan kehilangan motivasi dan akan
melakukan apa yang dia (yang menertawakan kita) inginkan.
Lalu untuk bentuk tangis dan
maknanya, ada beberapa disebutkan disini: Tangis spontan. Biasanya dilakukan
oleh bayi atau anak-anak jika terluka. Lalu tangis sendu, dilakukan oleh para
pemuda galau. Tangis satu ini bisa menjadi bulan-bulanan karena lamanya
frekuensi tangis. Tangis haru, dilakukan oleh semua usia jika datang
kebahagiaan mendadak dan tidak tertahankan. Yang terakhir ada Tangis mewek dan
Tangis Tulus. Tangis mewek adalah tangis yang paling menjemukan. Karena dia
akan mengiris-iris hati kita. Rasanya pengen nonjok tuh muka! Lalu untuk
Tangis tulus, biasanya dilakukan oleh seseorang yang sedang kehiangan orang
yang paling dicintai di dunia ini atau sedang dilanda bencana alam. Maka, saran
saya selaku penulis adalah ramaikanlah dunia ini dengan tangis dan tawa namun
bijaklah dengan kedua hal ini! Jaga lisanmu, maka kelak engkau akan selamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar