Senin, 25 Agustus 2014

warna...

PERPADUAN DUA WARNA YANG BEDA DALAM CINTA
Bener, 22 Agustus 2014. Semester 7
Dalam menjalin sebuah hubungan cinta, perbedaan mesti terjadi. Tidak ada yang bisa memungkiri. Bahkan pasangan yang paling romantis seduniapun pasti mengeluhkan adanya perbedaan antara mereka berdua. ”Ya nggak sih? Nggak ya? Hehe, ya udah deh nyerah.”
Kita teruskan saja, dengan adanya perbedaan bukanlah menjadi sebuah masalah/konflik yang berkepanjangan. Tetapi seharusnya menjadi hal yang saling melengkapi. Sehingga konflik itu menjadi hal yang indah terasa. Saling percaya dengan adanya perbedaan.
Saling menghormati pendapatlah! Jangan bertengkar! Karena pertengkaran itu tidak menyelesaikan konflik, bahkan bagi orang-orang yang temperamen justru akan memperparah konflik itu sendiri. Sehingga solusi tidak akan ditemukan tetapi masalah yang awalnya kecil akan bertambah besar.
Tawadhu’ terhadap pasangan juga sangat diperlukan. Karena dengan sikap seperti itu
tidak akan memunculkan suatu konflik tetapi akan meredam emosi masing-masing dan menetralkan konflik. Sopo sing wani komplain? Haha.
Perbedaan warna sikap dan sifat dari masing-masing pasangan jika dipadukan akan menjadi pelangi di altar istana cinta. Jika perbedaan diangggap sebagai rahmat. Ciyee! Bukan malah menjadi coretan abstrak di lukisan surealis. Yang mengganggu, dan tidak enak dilihat. Itulah perbedaan yang dianggap sebagai konflik.
Hal ini juga berlaku di ormas-ormas keagamaan yang berbeda visi-misinya. Jika perbedaan itu menjadikan masing-masing itu bersatu dan saling melengkapi, maka keindahan akan muncul. Tetapi jika kress karena perbedaan, maka konflikpun akan pecah. Bahkan saling mengejek, saling menjatuhkan, atau saling saling membunuh bisa saja terjadi. Toleransi, tawadhu’, saling percaya, saling mencintai, dan saling menghormati akan menciptakan suasana kedamaian abadi. Percaya atau nggak percaya, kalian harus percaya! Loh kok malah maksa. Haha.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar